Senin, 26 November 2012

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi


       I.            Judul   : Percobaan 4 Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

    II.            Tujuan : Membuktikan pengaruh konsentrasi pada laju reaksi

 III.            Alat dan Bahan

No.
Nama Alat
Ukuran
Jumlah
1.
Tabung reaksi dan sumbat
Kecil / 5 cm3
1
2.
Bejana air
-
1
3.
Stopwatch / alat ukur waktu
-
1
4.
Pisau
-
1
5.
Pualam
Kepingan
3
6.
Larutan HCl
3 M
5 cm3
7.
Larutan HCl
2 M
5 cm3
8.
Larutan HCl
1 M
5 cm3

                         IV.            Tinjauan Pustaka
Cabang ilmu kimia yang khusus mempelajari tentang laju reaksi disebut kinetika kimia. Tujuan utama kinetika kimia ialah menjelaskan bagaimana laju bergantung pada konsentrasi reaktan dan mengetahui mekanisme suatu reaksi berdasarkan pengetahuan tentang laju reaksi yang diperoleh dari eksperimen (Oxtoby:2001).
            Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi persatuan waktu. Satuan yang umum adalah mol/dm-3-i . Umumnya laju reaksi meningkat dengan meningkatnya konsentrasi dan dapat dinyatakan sebagai
Rounded Rectangle: Laju (v) = k [A]x [B]y
    Di mana k adalah konstanta laju, juga disebut konstanta laju spesifik atau konstanta kecepaan, [A] dan [B] adalah konsentrasi dari reaktan-reakan dan produk-produk (Dogra:1990).
            Laju reaksi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju reaksi tidak tetap melainkan berubah terus-menerus seiring dengan perubahan konsentrasi (Chang:2005).
            Kecepatan reaksi bergantung pada banyak faktor. Konsentrasi reaktan memainkan peran penting dalam mempercepat atau memperlambat rekasi tertentu. Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi karena banyaknya partikel memungkinkan lebih banyak tumbukan, dan itu membuka peluang semakin banyak tumbukan efektif yang menghasilkan perubahan.
Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.




 IV.            Prosedur Kerja
a.       pilihlah 3 keping pualam (sebesar biji jagung) yang kira kira luas permukaannya sama.
b.      Buatlah saluran kecil pada sisi sumbat tabung reaksi.
c.       Isilah tabung reaksi dengan larutan HCl 3 M sampai hampir penuh, kemudian masukkan 1 keping pualam itu dan segera tutup tabung reaksi dengan sumbat gabus yang telah diberi saluran kecil dan balikkan ke dalam bejana berisi air dengan posisi tegak lurus. Bersaamaan dengan itu stopwatch dihidupkan. Amati dan catat dalam tabel pengamatan waktu yang diperlukan sampai tabung reaksi penuh berisi gas.

    V.            Data Hasil Pengamatan dan Perhitungan
No. Percobaan
Konsentrasi laritan HCl
Waktu (s)
1.
3 M
20 detik
2.
2 M
26 detik
3.
1 M
37 detik

 VI.            Pertanyaan-Pertanyaan dan Pembahasan
a.       Buatlah grafik hubungan antara konsentrasi larutan HCl dan waktu yang diperlukan untuk reaksi dengan pualam, dan analisislah grafik yang diperoleh.
                                          i.       
Menurut Percobaan kami, semakin besar molaritas maka semakin cepat laju reaksi yang terjadi antara batu pualam dan larutan HCl, dengan demikian percobaan ini termasuk grafik orde 2 karena grafik menaik dari kiri bawah ke kanan atas.

b.      Bagaimanakah hubungan konsentrasi HCl dengan laju reaksi larutan HCl dengan pualam ?
·         Semakin besar kemolaran maka laju reaksi HCl dengan pualam akan semakin lambat.

c.       Dari percobaan diatas, tentukan variabel terkontrol, variabel bebas dan variabel terikatnya.
Variabel bebas adalah konsentrasi larutan HCl

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar